Asal Usul Hari Sabtu: Dari Sejarah Kuno Hingga Makna Modern
Pendahuluan
Setiap hari dalam seminggu memiliki kisah dan asal-usul tersendiri yang menarik untuk dipelajari. Salah satunya adalah hari Sabtu, yang bagi banyak orang menjadi waktu untuk beristirahat, berkumpul dengan keluarga, atau mempersiapkan diri menghadapi minggu baru. Namun, tahukah kamu dari mana asal nama “Sabtu” berasal? Mengapa dalam banyak budaya hari ini dianggap sebagai hari istirahat atau hari suci? Mari kita bahas lebih dalam.
Asal-Usul Nama “Sabtu”
Kata Sabtu berasal dari bahasa Arab "As-Sabt" (السبت) yang berarti hari ketujuh atau hari istirahat. Dalam bahasa Ibrani (Yahudi), kata yang mirip yaitu “Shabbat” (שַׁבָּת) juga memiliki arti istirahat atau berhenti bekerja. Dari sinilah muncul istilah Sabbath dalam bahasa Inggris, yang merujuk pada hari perhentian aktivitas kerja bagi umat Yahudi.
Dalam tradisi Yahudi kuno, hari Sabat (Sabtu) adalah hari suci di mana manusia harus beristirahat dan tidak melakukan pekerjaan duniawi, mengikuti perintah dalam kitab Taurat. Mereka percaya bahwa Tuhan menciptakan dunia selama enam hari dan beristirahat pada hari ketujuh, sehingga manusia juga harus meneladaninya.
Hari Sabtu dalam Sejarah Kalender
Dalam kalender Romawi kuno, hari Sabtu dikenal sebagai “Dies Saturni” atau Hari Saturnus, diambil dari nama dewa pertanian Romawi, Saturnus. Dewa ini melambangkan waktu, kesuburan, dan kedamaian. Dari sinilah bahasa Inggris modern mengambil kata “Saturday”, yang secara harfiah berarti Hari Saturnus.
Seiring perkembangan zaman dan pengaruh berbagai kebudayaan, penyebutan hari Sabtu pun mengalami penyesuaian:
-
Latin: Dies Saturni
-
Inggris: Saturday
-
Arab: As-Sabt
-
Indonesia: Sabtu
Makna Hari Sabtu di Berbagai Tradisi
-
Dalam Agama Yahudi
-
Hari Sabat (Sabtu) adalah waktu untuk berhenti dari segala pekerjaan, beribadah, dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ini merupakan hari yang sangat dihormati.
-
-
Dalam Agama Kristen
-
Sebagian denominasi Kristen juga masih menganggap Sabtu sebagai hari istirahat, namun kebanyakan memindahkan ibadah mingguan ke hari Minggu untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus.
-
-
Dalam Islam
-
Umat Islam tidak memiliki kewajiban khusus di hari Sabtu, namun secara historis Islam mengakui Sabtu sebagai hari ketujuh dalam sistem pekan, setelah Jumat yang dianggap sebagai sayyidul ayyam (penghulu hari).
-
Sabtu di Era Modern
Kini, hari Sabtu identik dengan akhir pekan (weekend) — saat di mana banyak orang beristirahat dari rutinitas pekerjaan atau sekolah. Bagi sebagian, Sabtu menjadi momen untuk bersantai, melakukan hobi, atau berkumpul bersama orang-orang terdekat.
Namun bagi sebagian lainnya, terutama di dunia pendidikan dan pelatihan seperti LKP GO SMART, hari Sabtu tetap dimanfaatkan sebagai waktu produktif untuk belajar dan mengembangkan keterampilan, terutama bagi peserta kursus yang bekerja di hari biasa.
Semangat belajar di hari Sabtu menunjukkan bahwa ilmu tidak mengenal hari libur — karena setiap hari adalah kesempatan untuk tumbuh dan berproses menjadi lebih baik.
Kesimpulan
Hari Sabtu memiliki akar sejarah yang panjang, dari tradisi keagamaan hingga perkembangan budaya modern. Dari Shabbat di masa Yahudi kuno hingga Saturday dalam bahasa Inggris modern, hari Sabtu selalu identik dengan ketenangan, refleksi, dan keseimbangan hidup.
Bagi kita semua, Sabtu adalah pengingat bahwa istirahat juga bagian penting dari produktivitas. Dengan tubuh dan pikiran yang segar, kita dapat kembali melangkah lebih kuat di hari-hari berikutnya.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Makna Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dan Hikmahnya bagi Kehidupan Umat Islam
Pendahuluan Isra Mikraj merupakan salah satu peristiwa agung dalam sejarah Islam yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini bukan hanya menun
Selamat Meninggalkan Tahun 2025 dengan Penuh Ucapan Syukur
Menjelang berakhirnya tahun 2025, LKP Go Smart mengajak seluruh peserta kursus, orang tua, mitra, dan masyarakat untuk sejenak berhenti, merenung, serta mensyukuri setiap proses yang te
Selamat Merayakan Natal 2025
25 Desember 2025 Natal merupakan momen istimewa yang penuh makna bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Hari Natal menjadi waktu untuk merenungkan kasih, pengharapan, kedamaian, serta s
Selamat Hari Ibu: Peran Ibu dalam Mendidik dan Membentuk Generasi Masa Depan
22 Desember Hari Ibu merupakan momentum penting untuk mengenang dan menghargai peran besar seorang ibu dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Ibu bukan hanya sosok yang melahirkan da
Asal Usul Bulan Desember: Penutup Tahun dari Kalender Romawi
Bulan Desember selalu identik dengan suasana akhir tahun — waktu penuh refleksi, kebersamaan, dan harapan baru. Namun di balik itu, ternyata Desember memiliki akar sejarah yang sa
Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2025
Menghargai Peran Guru Sebagai Penerang Peradaban Setiap tanggal 25 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional sebagai bentuk penghormatan kepada para pendidik yang tela
Asal Usul Angka 9: Puncak Kesempurnaan dalam Sistem Bilangan
Pendahuluan Angka 9 dikenal sebagai angka terakhir dalam deret bilangan tunggal, sering dianggap sebagai simbol kesempurnaan, pencapaian, dan kebijaksanaan. Dalam banyak budaya, angka
Hari Anak Sedunia: Membangun Masa Depan Cerah bagi Generasi Penerus
Perayaan Hari Anak Sedunia menjadi momentum penting untuk mengingatkan dunia tentang hak, perlindungan, dan kesejahteraan anak. Setiap tanggal 20 November, seluruh negara merayakan hari
Asal Usul Angka 8: Simbol Keabadian dan Keseimbangan
Pendahuluan Angka 8 sering dikaitkan dengan kemakmuran, keseimbangan, dan keabadian. Bentuknya yang simetris dan tak berujung telah menjadikannya simbol yang sangat kuat dalam berbagai
Asal Usul Angka 7: Angka Sakral yang Menembus Zaman
Pendahuluan Angka 7 telah lama dianggap istimewa oleh berbagai peradaban. Dari tujuh hari dalam seminggu, tujuh warna pelangi, hingga tujuh keajaiban dunia — angka ini selalu dik
